Slideshow shadow

Duel Bakat Muda Terbaik Indonesia, Fatin Shidqia dan Gita Gutawa

December 23, 2014 in Selebriti by admincelebs

Kapanlagi.com - Dunia entertainment selalu dipenuhi bakat-bakat muda yang potensial dan menjanjikan. Bahkan tak jarang, para pendatang baru ini bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

 

Di antara banyak nama solois muda wanita berbakat, terdapat dua nama
yang menjadi banyak perbincangan dan digadang-gadang sebagai masa
depan Indonesia. Mereka adalah Fatin Shidqia Lubis dan Gita Gutawa.

 

Menilik bakat yang dimiliki keduanya, mungkin agak sulit menentukan
siapa yang terbaik. Namun dengan bedah kekuatan kedua dara cantik
ini, mungkin kalian bisa jatuhkan pilihan kalian dengan yakin. Sudah
siap?

 

 

1. What’s Behind Them?

00001

KapanLagi.com - Hal pertama yang perlu kita telisik adalah latar belakang masing-
masing yang mempengaruhi kesuksesan mereka saat ini. Bagaimana
mereka bisa dikenal masyarakat hingga kini?

 

Fatin Shidqia awalnya hanyalah seorang pelajar SMA yang hobi nyanyi.
Keikutsertaannya di X Factor tak disangka berbuah amat manis. Ia
berhasil menjuarai ajang tersebut dan meraih ketenaran luar biasa
karenanya.

 

Sedangkan Gita Gutawa memiliki latar belakang musik yang sangat kuat
berkat darah seni turunan sang ayah, Erwin Gutawa. Sejak kecil, Gita
terbiasa mendengar lagu klasik dan belajar piano. Namun kecintaannya
dalam dunia tarik suara membuatnya betah hingga kini.

 

Wah, kedua artis muda ini ternyata miliki background yang kuat untuk
menjadi solois hebat di masa depan ya. Tenang, masih ada pembahasan
lainnya kok. Ikuti terus ya.

 

 

2. Senyum Ceria Vs Senyum Memikat

00002

KapanLagi.com - Selain memiliki bakat dan potensi yang luar biasa, kedua artis kita
ini juga punya senjata andalan, yaitu senyum menawan. Sama-sama imut
dan cantik, pilih mana?

 

Fatin sudah mencuri perhatian para juri X Factor dengan penampilan
lugunya. Gadis yang sering tertawa lepas ini memancarkan aura
keceriaan dimanapun ia berada.

 

Di lain sisi, Gita Gutawa tak kalah mempesona dengan kecantikan
alaminya. Senyum dengan gingsul itu  rasanya akan mampu
memikat setiap lelaki yang melihatnya.

 

Siapa yang lebih unggul? Fatin dengan senyum penuh cerianya atau
Gita Gutawa dengan senyum maut mempesona? Buat para laki-laki ini
merupakan tugas berat sepertinya.

 

 

3. Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

00003

KapanLagi.com - Meski masih berusia muda, para solois ini berkilau dengan segudang
prestasi yang pernah mereka raih. Tak hanya prestasi di negeri
sendiri, kedua artis ini pun harumkan nama Indonesia di kancah
dunia.

 

Sebagai kampiun di Indonesia, Fatin pernah bertanding dalam X Factor
Around The World menghadapi juara dari kompetisi serupa dari luar
negeri. Fatin pun mendapat pujian dari juri internasional sekelas Daniel Beddingfield dan Paula Abdul.

 

Gita Gutawa pun tak kalah dengan torehkan prestasi internasional.
Gita juarai kontes menyanyi kategori remaja di Kairo, Mesir pada
2008. Di usianya yang saat itu masih 14 tahun, Gita sudah miliki masa depan cemerlang dengan bakatnya.

 

Di usia semuda itu, kedua penyanyi sudah mampu berprestasi hebat. Semakin sulit ya menentukan siapa yang terbaik di antara keduanya.

 

 

4. Karir Cerah Menanti

00004

KapanLagi.com - Sebagai bintang muda, karir mereka masih sangat panjang. Mereka berdua masih mungkin akan menorehkan prestasi-prestasi lain yang lebih hebat.

 

Sejauh ini Fatin sudah menelurkan satu album berjudul FOR YOU, yang rilis November 2013 lalu. Ia pun beberapa kali raih platinum berkat penjualan albumnya itu. Fatin juga sempat terlibat dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa sebagai cameo dan penyanyi soundtrack film tersebut.

 

Sementara itu, Gita Gutawa kini tengah menjalani kesibukan menangani albumnya sendiri. Ya, Gita menjadi produser dan menjalani proses rekaman bersama London Symphony Orchestra. Nampaknya dara satu ini semakin serius mendalami musik setelah lulus kuliah di negeri sepak bola tersebut.

 

Sebagai talenta muda tanah air, Fatin dan Gita pastinya masih menganggap pendidikan sebagai prioritas. Jika keduanya mampu menyeimbangkan dua hal tersebut, maka kesempatan sukses mereka akan semakin besar.

 

 

5. Saatnya Tentukan Pilihanmu!

00005

KapanLagi.com - Sudah siap menentukan siapa idolamu? Kita review sekali lagi ya tentang Fatin dan Gita.

 

Fatin yang terkenal lewat X Factor pernah mencuri perhatian dunia dengan penampilannya. Ia juga miliki senyum ceria yang khas, dan masih miliki karir panjang menanti.

 

Sementara Gita sejak kecil sudah dipoles oleh sang ayah untuk dekat dengan musik. Gita miliki senyum mempesona nan meluluhkan. Ia lulus kuliah di Inggris dan rekaman untuk album barunya di sana.

 

Nah, dari berbagai uraian sebelumnya pasti kamu sudah punya satu nama yang lebih unggul. Siapakah dia? (kpl/niz)

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com

Sarjana, Cakra Khan Bedah Lagu Gita Gutawa

November 26, 2014 in Selebriti by admincelebs

Jakarta - Penyanyi Cakra Khan kini dapat bernapas lega usai dirinya lulus dari studinya Strata Satu (S1) bidang musik yang selama ini digelutinya. Namun kelulusan Cakra ternyata berkat bantuan penyanyi wanita muda yang cantik yakni Gita Gutawa.

Cakra Khan ternyata membedah lagu berjudul ‘Sempurna’ yang pernah dinyanyikan Gita Gutawa yang sebelumnya dinyanyikan oleh group band Andra and The Backbone itu.

“Aku kemarin waktu skripsi ambil judul lagu ‘Sempurna’ yang dinyanyikan Gita Gutawa dan Andra And The Backbone,” ungkap Cakra Khan saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Selasa (18/11).

Lebih lanjut dijelaskan Cakra, dirinya sengaja memang membedah lagu yang dinyanyikan Gita yang dalam versi awalnya dinyanyikan oleh Andra.

“Gue ngebahas tentang teknik bernyanyi dan tehnik vokalnya Gita yang beda banget cara nyanyinya dengan versi awalnya yang dinyanyikan Andra And The Backbone. Teknik bernanyi Gita memang terbilang unik. Makanya saya coba bedah lagunya itu. Bersyukur hasilnya bagus dan memuaskan,” lanjutnya.

Berkat bedah lagu berjudul ‘Sempurna’ itu, pelantun ‘Harus Berpisah’ itupun mendapat nilai yang memuaskan dan bisa meluluskannya dari jenjang studi yang selama ini dijalaninya.

“Alhamdulillah akibat bedah lagu itu, Aku dapat nilai B atau nilai 83. Dan bisa lulus studi S1 bidang musik,” tutupnya.

 

 

 

Penulis : Chairul Fikri/FQ

Sumber : BeritaSatu.com

Gara-Gara Gita Gutawa, Cakra Khan Lulus Kuliah

November 26, 2014 in Music by admincelebs

JAKARTA - Cakra Khan telah menyelesaikan studinya di jenjang S1, dan siap fokus di industri musik Tanah Air. Ternyata, kelulusannya itu berkat Gita Gutawa.
Ternyata Cakra Khan membuat skripsi membedah lagu Gita Gutawa bertajuk Sempurna, yang sebelumnya pernah dinyanyikan Andra And The Backbone.
“Judul skripsi aku ngebahas lagunya Gita Gutawa yang judulnya Sempurna,” ungkap Cakra Khan saat dijumpai di Studio 1 RCTI, Jakarta.
Di skripsinya, pelantun Harus Berpisah itu membahas teknik serta cara bernyanyi Gita Gutawa yang berbeda dengan versi asli yang dinyanyikan Andra And The Backbone.
“Aku ngebahas tentang teknik vokalnya, cara bernyanyinya, nilainya B, nilai 83,” lanjut Cakra.
Berkat lagu Gita Gutawa tersebut, Cakra Khan kini meraih gelar S1 di bidang musik.

(nsa)

 

 

 

 

Sumber : OkeZone.com

Cantik Berbalut Peach, Tiru Gaya Gita Gutawa

November 26, 2014 in Selebriti by admincelebs

Kapanlagi.com - Tak berlebihan dandanan Gita Gutawa saat berkunjung ke kantor redaksi KapanLagi.com® di bilangan Tebet, Senin (16/6) lalu. Ia tampak cantik dan fresh dengan pilihan busananya kali ini.

 

Warna pastel yang dipilihnya memang cukup segar dan lembut. Perpaduan antara georgette dan sifon pink untuk blouse dengan peach untuk baggy kulot yang dipakainya tampak serasi.

gita_gutawa-20140617-010-bambang

Riasan wajah pun dipilih sesederhana mungkin. Warna-warna natural dibubuhkan di sana, dan membuatnya tampil alami. Rambut pun dibiarkan tergerai, dengan jepit yang merapikan bagian kirinya.

 

Melengkapi penampilannya, ia memilih wedges hitam untuk alas kaki. Di ujungnya yang terbuka, terlihat jari-jari kaki yang cantik dengan warna cat kuku gelap.

gita_gutawa-20140617-015-bambang

Senyum ceria mengembang di bibirnya sepanjang sesi pemotretan. Berpindah dari satu spot ke spot yang lain pun tak menyurutkan mood penyanyi cantik yang satu ini.

 

Gaya busana Gita Gutawa ini tampaknya bisa kamu contek untuk pergi jalan-jalan ke mal di sore hari bareng teman-temanmu. Atau mungkin kamu punya ide yang lebih menarik dengan warna-warna pastel seperti ini? (kpl/dew)

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com

Di Inggris, Gita Gutawa Nonton Konser Untuk ‘Belajar’

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Kapanlagi.com - Nonton konser menjadi hobi yang sekaligus dimanfaatkan Gita Gutawa saat menempuh pendidikan di Inggris. Dari pengalaman tersebut, dia mengambil banyak pelajaran.

 

“Banyak banget aku nonton konser (di Inggris), mulai dari Justin TimberlakeBeyonce, sampai yang klasik, opera bahasa Italia, opera yang nggak boleh tepuk tangan. RadioheadArctic Monkeys,Coldplay. Mumpung lagi di sana, memang nyari yang belum tentu ke Indonesia,” ungkap Gita saat berkunjung ke kantor KapanLagi.com® di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/6).

 

Konser-konser tersebut pun menjadi pelajaran untuk Gita yang bercita-cita menggelar konser sendiri. Menurutnya banyak hal yang ia dapat dari melihat sebuah konser, terutama untuk persiapannya.

gita_gutawa-20140618-030-rita

“Kita di Indonesia, definisi konser kan nyaru ya, sama nyanyi gig biasa di kafe gitu. Tapi emang sebenarnya konser harus dipersiapkan, kelihatan kan artisnya mikirin juga, nggak asal nyanyi doang. Apa bedanya dong di konser sama nyanyi di acara lain?” ungkap mahasiswi jurusan Ekonomi ini.

 

Gita pun mengutarakan harapannya menerapkan hal-hal yang sudah dipelajarinya itu di konsernya sendiri. Selepas Idul Fitri tahun ini, dia merencanakan merilis album terbaru. Semoga terwujud ya, Gita(kpl/rea/faj)

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com

Gita Gutawa Berubah Dewasa di Album “The Next Chapter”

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Remaja.suaramerdeka.com – Setelah lama nggak terlihat unjuk gigi, karena harus melakukan study ke Inggris, akhirnya Gita kembali dengan membawa sesuatu yang baru. Perjuangannya berbuah manis dengan hadirnya “The Next Chapter” yang kental akan nuansa Post Rock Skandinavia.

Hmm… so, yang menanyakan seperti apa perubahan musikalitas, bahkan anak musisi Erwin Gutawa rela menjelajah sampai ke negeri Swedia untuk dunia musiknya, semuanya terjawab di, “The Next Chapter”.Here’s the review, guys!

Dengan sedikit bantuan dua orang sahabatnya, yaitu Gustavo Efrainmsson dan Iggy Strange, “The Next Chapter” hadir dengan nuansa yang jauh lebih dewasa, mewah, dan elegan dibanding album putri komposer, Erwin Gutawa yang sebelumnya ini. Kekuatannya ada pada intro-intro panjang yang menyeruak disetiap materinya.

Terlebih tema yang diambil adalah tema-tema tentang putus cinta, jadi sudah dipastikan lewat album ini kita bisa tahu seberapa dewasanya gadis 21 Tahun ini menyikapi musik serta pengalaman dalam hidupnya. Contohnya terlihat dilagu, “Scary Love” yang habis-habisan mengupas tema putus cinta.

Bukti lainnya coba dia tonjolkan di “Save Your Tears”. Yang mana dengan beraninya, pelantun tembang“Doo Be Doo” ini memasukan unsur Electronic Dance Music (EDM) di dalamnya. Loop-loop synthesizer yang dibalut dengan beat disco lebih dominan terdengar disini.

Tapi sayangnya, di album ini Gita masih mengandalkan vokal high-picthed yang menurut Ekspresi sedikit kurang pas.   So far, “The Next Chapter” adalah album yang luar biasa dari Gita Gutawa. Give applause for her, guys!


Foto : berbagai sumber
Sumber : SuaraMerdeka.com

Bikin Album, Gita Gutawa Jadi Sering Debat Dengan Ayah

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Kapanlagi.com - Terlahir mempunyai seorang ayah seorang komposer, tak mengherankan bila Gita Gutawa kemudian menekuni musik. Talenta yang mengalir dalam darah membuat gadis 20 tahun ini berani memproduseri album sendiri.

 

Eksklusif kepada KapanLagi.com®, Senin (16/6), Gita menuturkan kedekatan hubungannya dengan Erwin Gutawa, sang ayah.

 

“Aku kan lama jadi anak tunggal, deket banget sama Mama dan Papa. Dari kecil, kerjaannya nemenin Papa latihan, rekaman,” tuturnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

 

“Dulu aku pernah jalan-jalan ke Singapura, aku malah males main, mending nemenin Papa. Selalu tidur di ruang musik Papa, nemenin Papa kerja. Kalau diingat-ingat, lucu juga,” imbuh Gita, kemudian tertawa sendiri.

 

Gita mengingat, program Di Atas Rata-Rata menjadi pertama kali kerjasama profesionalnya bersama Erwin. Di terkesan dengan kerjasama yang ia lakukan dengan Papanya. “Aku sempet ada proyek berdua sama Papa, Di Atas Rata-Rata, itu pertama kalinya aku kerja sama Papa jadi produser, itu pertama kalinya kayak pendapatnya equal,” ujarnya.

gita_gutawa-20140618-012-rita

Menggarap album baru yang mana diproduseri sendiri oleh Gita, dia merasa Erwin masih jadi pendukung terbesarnya. “Papa juga nge-push, ‘kamu harus belajar lebih mandiri secara bermusik, nggak boleh bergantung sama musisi atau pencipta lagu lain’. Harus nyoba sendiri, jadi aku belajar,” jelasnya.

 

Bagi Gita, figur Erwin adalah inspirasi terbesarnya. “Sampai sekarang aku masih sangat terinspirasi dan respect ke Papa, tapi sekarang jadi seru aja, bisa debat segala macem,” katanya. (kpl/rea/faj)

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com

Sate, Wayang, Gita Gutawa dan Aroma Indonesia di London

November 26, 2014 in Selebriti by admincelebs

KOMPAS.com – Aroma sate dan ayam bakar merebak di halaman Kampus SOAS University of London, Minggu (18/10/2014). Tak hanya sate dan ayam, di bawah tenda-tenda putih itu, ada juga rendang, bakso, bakwan, pempek, dan rujak.

Di bawah payung bali dan umbul-umbul batik yang tergantung, warga Inggris, warga asing lainnya dan sejumlah warga Indonesia asyik menikmati aneka kuliner dari Indonesia sambil bercengkerama hangat di tengah udara khas musim gugur di London.

Meski terpaut ribuan mil, hari itu, “suasana Indonesia” dihadirkan melalui Festival Indonesia Kontemporer (Ikon) 2014. Festival yang digelar oleh lembaga nonprofit ArtiUk bekerja sama dengan SOAS dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London ini memang menghadirkan seni dan budaya Indonesia sepanjang hari. Pada tahun keempat penyelenggaraannya, Ikon mengusung tema “Wayang”.

Tema ini begitu kental terasa ketika pengunjung beranjak ke dalam ruangan, Khalili Theatre namanya. Di ruangan itu, pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan wayang golek yang didalangi oleh pasangan suami istri campuran Inggris-Sunda, Anna Ingleby dan Haviel Perdana.

Anna pernah belajar wayang dari dalang ternama, (Alm) Asep Sunandar Sunarya. Pendiri Indigo Moon Theatre itu pun kerap menggelar pertunjukan wayang di beberapa kota di Inggris bersama suaminya. Kali ini, kisah wayang yang dibawakan Anna dan Haviel bertutur tentang cacing nakal yang menyebabkan kekacauan ke mana pun dia pergi.

Tak hanya pertunjukan, suami istri ini juga membuka workshop membuat wayang golek. Jadi, anak-anak yang datang ke festival kali ini bisa latihan membuat wayang golek sendiri dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang. Raut bahagia menghiasi wajah anak-anak dari berbagai latar belakang bangsa itu ketika mengetahui bahwa wayang golek buatan mereka boleh dibawa pulang.

1926560Ikon-2014-gita300x400Ada wayang, tentu juga ada gamelan. Ada sejumlah kelompok gamelan yang tampil kali ini. Lila Cita yang memainkan Semar Pegulingan dan Segara Madu yang memainkan Gender Wayang. Setiap tahun, penampilan komunitas kesenian gamelan yang sebagian besar anggotanya terdiri dari warga negara Inggris ini selalu dinanti.

Ada pula, Jagat Gamelan, kelompok gamelan kontemporer  yang beranggotakan para pemain warga Inggris dan Indonesia dari beragam usia. Jagat berkolaborasi dengan penari topeng Margaret Coldiron yang merupakan warga Inggris serta Gita Gutawa, penyanyi muda Indonesia yang sedang belajar di Inggris. Gita menyanyikan sejumlah lagu tradisional dan lagu dari album terbarunya.

Selain wayang dan gamelan, festival tahun ini menampilkan duet Luke Green dan Anggerek Peretta yang mentransformasikan lagu-lagu Indonesia, seperti Bengawan Solo, Keroncong Moritsko, tari Saman oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) London, lalu ada fashion show dari Immy of London dengan rancangan modern yang berbasis kain Indonesia, baik batik maupun tenun. Sebagian dari rancangan itu bisa pula dibeli di barisan stand penjual barang kerajinan Indonesia dan berbagai produk lain, seperti tas, dan sarung bantal bercorak Indonesia.

Paket seni dan budaya ini juga diperkaya dengan pemutaran pemutaran film Unmasked, karya sutradara muda Indonesia lulusan Westminster University, Mayang Irsan, serta cerita mantan jurnalis Reuters, Elizabeth Pisani, tentang pengalaman yang menginspirasinya dalam menulis buku “Indonesia etc”.

“Saya selalu menikmatinya. Ini festival yang membuat hati gembira,” ungkap seorang warga Inggris sambil menyantap makanan Indonesia.

Felicia Nayoan-Siregar, Direktur ArtiUK, penggagas Indonesia Kontemporer, mengatakan, sejak pertama digelar, festival ini tidak hanya melibatkan orang Indonesia, baik sebagai artis maupun orang-orang  yang  bekerja di belakang layar. Para warga asing, terutama yang mau dan mencintai budaya Indonesia, ikut dilibatkan untuk menjangkau animo yang lebih luas dari warga internasional.

“Tujuan Indonesia Kontemporer adalah menyebarkan seni dan budaya Indonesia ke Inggris. Namun pada saat yang bersamaan juga untuk merayakan hasil karya warga-warga asing yang terinspirasi oleh seni budaya Indonesia,” ungkapnya.

Simak foto-foto berikutnya:

1927341Ikon-2014-topeng780x390

Tari topeng dibawakan oleh Margaret Coldiron yang pernah tinggal di Bali khusus untuk belajar menari.

1928495Ikon-2014-makanan780x390

Makanan asli Indonesia, seperti ayam bakar, yang dimasak di tempat menjadi salah satu daya tarik Indonesia Kontemporer.

Penulis : Caroline Damanik
Editor : I Made Asdhiana
Sumber : Kompas.com

 

[Eksklusif] Rekaman di Inggris, Gita Gutawa Sempat Grogi

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Kapanlagi.com - Melakukan banyak hal secara swadaya untuk album terbarunya, siapa sangka Gita Gutawa juga rasakan grogi? Dituturkannya, hal itu dirasakan gadis 20 tahun itu saat rekaman bersama London Symphony Orchestra.

 

Di kantor KapanLagi.com® di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Gita tak bisa menahan senyum bangga saat menceritakannya. “London Symphony Orchestra itu sering kerjasama sama Papa (Erwin Gutawa), termasuk di albumku yang pertama, mereka juga sempet main beberapa lagu. Cuma yang kemarin itu nggak ada Papa, biasanya kan Papa yang handle,” katanya.

 

“Karena aku yang lagi di Inggris, Papa cuma ngirim partitur, dan aku datang ke studionya (London Symphony Orchestra) itu sendiri. Grogi banget lah, pasti. Pemain-pemainnya itu kenal Papa, aku memang pernah ketemu tapi masih kecil banget,” ungkap Gita bersemangat.

gita_gutawa_16

Meski sempat merasakan grogi, namun dara cantik ini menceritakan kebahagiannya saat para pemain orkestra mainkan lagunya. “Menyenangkan, menegangkan, seru. Aku seneng banget mereka tiba-tiba mainin lagu aku,” lanjut Gita heboh.

 

Langkah Gita Gutawa untuk menekuni dunia musik memang tak tanggung-tanggung. Pelantun tembang Tak Perlu Keliling Dunia kini justru berkunjung keliling dunia untuk sebuah misi besar, yakni album baru.

 

Tak hanya rekaman sendiri, Gita juga memproduseri albumnya secara mandiri. Jadi penasaran kan seperti apa album pendewasaan Gita Gutawa ini? Tunggu setelah Idul Fitri, ya! (kpl/rea/niz)

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com

[Eksklusif] Demi Album Baru, Gita Gutawa Keliling Eropa

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Kapanlagi.com - Seorang Gita Gutawa tampaknya memang selalu total bermusik. Untuk mempersiapkan album terbaru yang akan rilis tak lama lagi, dia tak segan keliling benua Eropa.

 

Kebetulan, Gita memang bersekolah di Inggris. Sambil belajar di fakultas ekonomi University of Birmingham, penyanyi bernama lengkap Aluna Sagita Gutawa ini juga bertemu dengan sejumlah musisi dan produser Eropa.

 

“Di album ini aku banyak kolaborasi sama musisi, misalnya London Symphony Orchestra. Aku juga sempet dikirim record label-ku ke Swedia untuk bekerja sama dengan produser-produser di sana,” ungkapnya saat mengobrol secara eksklusif di kantor KapanLagi.com®, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/6).

gita_gutawa-20140617-014-bambang

Gita sampai jauh melangkah ke ibukota Ceko, Praha, demi menyelesaikan albumnya. Tak ayal, Gita mengaku ini adalah sebuah proses yang memperkaya pengalamannya.

 

“Sempet rekaman di Praha. Jadi kemarin pas mikir-mikir tentang album, ternyata lumayan banyak negaranya, tapi itu sebuah proses,” imbuh mahasiswi yang sedang mempertimbangkan menempuh S2 ini seraya tertawa.

 

Gita mengaku senang, pasalnya untuk album ini tidak ada batasan waktu yang ditetapkan label. Dengan demikian, dia bisa melakukan banyak eksperimen musik. Sejauh ini, sudah dua single dirilisnya, yaituRangkaian Kata dan Hingga Akhir Waktu. (kpl/rea/trn)

 

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com