Slideshow shadow

Di Inggris, Gita Gutawa Nonton Konser Untuk ‘Belajar’

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Kapanlagi.com - Nonton konser menjadi hobi yang sekaligus dimanfaatkan Gita Gutawa saat menempuh pendidikan di Inggris. Dari pengalaman tersebut, dia mengambil banyak pelajaran.

 

“Banyak banget aku nonton konser (di Inggris), mulai dari Justin TimberlakeBeyonce, sampai yang klasik, opera bahasa Italia, opera yang nggak boleh tepuk tangan. RadioheadArctic Monkeys,Coldplay. Mumpung lagi di sana, memang nyari yang belum tentu ke Indonesia,” ungkap Gita saat berkunjung ke kantor KapanLagi.com® di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/6).

 

Konser-konser tersebut pun menjadi pelajaran untuk Gita yang bercita-cita menggelar konser sendiri. Menurutnya banyak hal yang ia dapat dari melihat sebuah konser, terutama untuk persiapannya.

gita_gutawa-20140618-030-rita

“Kita di Indonesia, definisi konser kan nyaru ya, sama nyanyi gig biasa di kafe gitu. Tapi emang sebenarnya konser harus dipersiapkan, kelihatan kan artisnya mikirin juga, nggak asal nyanyi doang. Apa bedanya dong di konser sama nyanyi di acara lain?” ungkap mahasiswi jurusan Ekonomi ini.

 

Gita pun mengutarakan harapannya menerapkan hal-hal yang sudah dipelajarinya itu di konsernya sendiri. Selepas Idul Fitri tahun ini, dia merencanakan merilis album terbaru. Semoga terwujud ya, Gita(kpl/rea/faj)

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com

Gita Gutawa Berubah Dewasa di Album “The Next Chapter”

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Remaja.suaramerdeka.com – Setelah lama nggak terlihat unjuk gigi, karena harus melakukan study ke Inggris, akhirnya Gita kembali dengan membawa sesuatu yang baru. Perjuangannya berbuah manis dengan hadirnya “The Next Chapter” yang kental akan nuansa Post Rock Skandinavia.

Hmm… so, yang menanyakan seperti apa perubahan musikalitas, bahkan anak musisi Erwin Gutawa rela menjelajah sampai ke negeri Swedia untuk dunia musiknya, semuanya terjawab di, “The Next Chapter”.Here’s the review, guys!

Dengan sedikit bantuan dua orang sahabatnya, yaitu Gustavo Efrainmsson dan Iggy Strange, “The Next Chapter” hadir dengan nuansa yang jauh lebih dewasa, mewah, dan elegan dibanding album putri komposer, Erwin Gutawa yang sebelumnya ini. Kekuatannya ada pada intro-intro panjang yang menyeruak disetiap materinya.

Terlebih tema yang diambil adalah tema-tema tentang putus cinta, jadi sudah dipastikan lewat album ini kita bisa tahu seberapa dewasanya gadis 21 Tahun ini menyikapi musik serta pengalaman dalam hidupnya. Contohnya terlihat dilagu, “Scary Love” yang habis-habisan mengupas tema putus cinta.

Bukti lainnya coba dia tonjolkan di “Save Your Tears”. Yang mana dengan beraninya, pelantun tembang“Doo Be Doo” ini memasukan unsur Electronic Dance Music (EDM) di dalamnya. Loop-loop synthesizer yang dibalut dengan beat disco lebih dominan terdengar disini.

Tapi sayangnya, di album ini Gita masih mengandalkan vokal high-picthed yang menurut Ekspresi sedikit kurang pas.   So far, “The Next Chapter” adalah album yang luar biasa dari Gita Gutawa. Give applause for her, guys!


Foto : berbagai sumber
Sumber : SuaraMerdeka.com

Bikin Album, Gita Gutawa Jadi Sering Debat Dengan Ayah

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Kapanlagi.com - Terlahir mempunyai seorang ayah seorang komposer, tak mengherankan bila Gita Gutawa kemudian menekuni musik. Talenta yang mengalir dalam darah membuat gadis 20 tahun ini berani memproduseri album sendiri.

 

Eksklusif kepada KapanLagi.com®, Senin (16/6), Gita menuturkan kedekatan hubungannya dengan Erwin Gutawa, sang ayah.

 

“Aku kan lama jadi anak tunggal, deket banget sama Mama dan Papa. Dari kecil, kerjaannya nemenin Papa latihan, rekaman,” tuturnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

 

“Dulu aku pernah jalan-jalan ke Singapura, aku malah males main, mending nemenin Papa. Selalu tidur di ruang musik Papa, nemenin Papa kerja. Kalau diingat-ingat, lucu juga,” imbuh Gita, kemudian tertawa sendiri.

 

Gita mengingat, program Di Atas Rata-Rata menjadi pertama kali kerjasama profesionalnya bersama Erwin. Di terkesan dengan kerjasama yang ia lakukan dengan Papanya. “Aku sempet ada proyek berdua sama Papa, Di Atas Rata-Rata, itu pertama kalinya aku kerja sama Papa jadi produser, itu pertama kalinya kayak pendapatnya equal,” ujarnya.

gita_gutawa-20140618-012-rita

Menggarap album baru yang mana diproduseri sendiri oleh Gita, dia merasa Erwin masih jadi pendukung terbesarnya. “Papa juga nge-push, ‘kamu harus belajar lebih mandiri secara bermusik, nggak boleh bergantung sama musisi atau pencipta lagu lain’. Harus nyoba sendiri, jadi aku belajar,” jelasnya.

 

Bagi Gita, figur Erwin adalah inspirasi terbesarnya. “Sampai sekarang aku masih sangat terinspirasi dan respect ke Papa, tapi sekarang jadi seru aja, bisa debat segala macem,” katanya. (kpl/rea/faj)

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com

Sate, Wayang, Gita Gutawa dan Aroma Indonesia di London

November 26, 2014 in Selebriti by admincelebs

KOMPAS.com – Aroma sate dan ayam bakar merebak di halaman Kampus SOAS University of London, Minggu (18/10/2014). Tak hanya sate dan ayam, di bawah tenda-tenda putih itu, ada juga rendang, bakso, bakwan, pempek, dan rujak.

Di bawah payung bali dan umbul-umbul batik yang tergantung, warga Inggris, warga asing lainnya dan sejumlah warga Indonesia asyik menikmati aneka kuliner dari Indonesia sambil bercengkerama hangat di tengah udara khas musim gugur di London.

Meski terpaut ribuan mil, hari itu, “suasana Indonesia” dihadirkan melalui Festival Indonesia Kontemporer (Ikon) 2014. Festival yang digelar oleh lembaga nonprofit ArtiUk bekerja sama dengan SOAS dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di London ini memang menghadirkan seni dan budaya Indonesia sepanjang hari. Pada tahun keempat penyelenggaraannya, Ikon mengusung tema “Wayang”.

Tema ini begitu kental terasa ketika pengunjung beranjak ke dalam ruangan, Khalili Theatre namanya. Di ruangan itu, pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan wayang golek yang didalangi oleh pasangan suami istri campuran Inggris-Sunda, Anna Ingleby dan Haviel Perdana.

Anna pernah belajar wayang dari dalang ternama, (Alm) Asep Sunandar Sunarya. Pendiri Indigo Moon Theatre itu pun kerap menggelar pertunjukan wayang di beberapa kota di Inggris bersama suaminya. Kali ini, kisah wayang yang dibawakan Anna dan Haviel bertutur tentang cacing nakal yang menyebabkan kekacauan ke mana pun dia pergi.

Tak hanya pertunjukan, suami istri ini juga membuka workshop membuat wayang golek. Jadi, anak-anak yang datang ke festival kali ini bisa latihan membuat wayang golek sendiri dengan menggunakan bahan-bahan daur ulang. Raut bahagia menghiasi wajah anak-anak dari berbagai latar belakang bangsa itu ketika mengetahui bahwa wayang golek buatan mereka boleh dibawa pulang.

1926560Ikon-2014-gita300x400Ada wayang, tentu juga ada gamelan. Ada sejumlah kelompok gamelan yang tampil kali ini. Lila Cita yang memainkan Semar Pegulingan dan Segara Madu yang memainkan Gender Wayang. Setiap tahun, penampilan komunitas kesenian gamelan yang sebagian besar anggotanya terdiri dari warga negara Inggris ini selalu dinanti.

Ada pula, Jagat Gamelan, kelompok gamelan kontemporer  yang beranggotakan para pemain warga Inggris dan Indonesia dari beragam usia. Jagat berkolaborasi dengan penari topeng Margaret Coldiron yang merupakan warga Inggris serta Gita Gutawa, penyanyi muda Indonesia yang sedang belajar di Inggris. Gita menyanyikan sejumlah lagu tradisional dan lagu dari album terbarunya.

Selain wayang dan gamelan, festival tahun ini menampilkan duet Luke Green dan Anggerek Peretta yang mentransformasikan lagu-lagu Indonesia, seperti Bengawan Solo, Keroncong Moritsko, tari Saman oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) London, lalu ada fashion show dari Immy of London dengan rancangan modern yang berbasis kain Indonesia, baik batik maupun tenun. Sebagian dari rancangan itu bisa pula dibeli di barisan stand penjual barang kerajinan Indonesia dan berbagai produk lain, seperti tas, dan sarung bantal bercorak Indonesia.

Paket seni dan budaya ini juga diperkaya dengan pemutaran pemutaran film Unmasked, karya sutradara muda Indonesia lulusan Westminster University, Mayang Irsan, serta cerita mantan jurnalis Reuters, Elizabeth Pisani, tentang pengalaman yang menginspirasinya dalam menulis buku “Indonesia etc”.

“Saya selalu menikmatinya. Ini festival yang membuat hati gembira,” ungkap seorang warga Inggris sambil menyantap makanan Indonesia.

Felicia Nayoan-Siregar, Direktur ArtiUK, penggagas Indonesia Kontemporer, mengatakan, sejak pertama digelar, festival ini tidak hanya melibatkan orang Indonesia, baik sebagai artis maupun orang-orang  yang  bekerja di belakang layar. Para warga asing, terutama yang mau dan mencintai budaya Indonesia, ikut dilibatkan untuk menjangkau animo yang lebih luas dari warga internasional.

“Tujuan Indonesia Kontemporer adalah menyebarkan seni dan budaya Indonesia ke Inggris. Namun pada saat yang bersamaan juga untuk merayakan hasil karya warga-warga asing yang terinspirasi oleh seni budaya Indonesia,” ungkapnya.

Simak foto-foto berikutnya:

1927341Ikon-2014-topeng780x390

Tari topeng dibawakan oleh Margaret Coldiron yang pernah tinggal di Bali khusus untuk belajar menari.

1928495Ikon-2014-makanan780x390

Makanan asli Indonesia, seperti ayam bakar, yang dimasak di tempat menjadi salah satu daya tarik Indonesia Kontemporer.

Penulis : Caroline Damanik
Editor : I Made Asdhiana
Sumber : Kompas.com

 

[Eksklusif] Rekaman di Inggris, Gita Gutawa Sempat Grogi

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Kapanlagi.com - Melakukan banyak hal secara swadaya untuk album terbarunya, siapa sangka Gita Gutawa juga rasakan grogi? Dituturkannya, hal itu dirasakan gadis 20 tahun itu saat rekaman bersama London Symphony Orchestra.

 

Di kantor KapanLagi.com® di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Gita tak bisa menahan senyum bangga saat menceritakannya. “London Symphony Orchestra itu sering kerjasama sama Papa (Erwin Gutawa), termasuk di albumku yang pertama, mereka juga sempet main beberapa lagu. Cuma yang kemarin itu nggak ada Papa, biasanya kan Papa yang handle,” katanya.

 

“Karena aku yang lagi di Inggris, Papa cuma ngirim partitur, dan aku datang ke studionya (London Symphony Orchestra) itu sendiri. Grogi banget lah, pasti. Pemain-pemainnya itu kenal Papa, aku memang pernah ketemu tapi masih kecil banget,” ungkap Gita bersemangat.

gita_gutawa_16

Meski sempat merasakan grogi, namun dara cantik ini menceritakan kebahagiannya saat para pemain orkestra mainkan lagunya. “Menyenangkan, menegangkan, seru. Aku seneng banget mereka tiba-tiba mainin lagu aku,” lanjut Gita heboh.

 

Langkah Gita Gutawa untuk menekuni dunia musik memang tak tanggung-tanggung. Pelantun tembang Tak Perlu Keliling Dunia kini justru berkunjung keliling dunia untuk sebuah misi besar, yakni album baru.

 

Tak hanya rekaman sendiri, Gita juga memproduseri albumnya secara mandiri. Jadi penasaran kan seperti apa album pendewasaan Gita Gutawa ini? Tunggu setelah Idul Fitri, ya! (kpl/rea/niz)

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com

[Eksklusif] Demi Album Baru, Gita Gutawa Keliling Eropa

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Kapanlagi.com - Seorang Gita Gutawa tampaknya memang selalu total bermusik. Untuk mempersiapkan album terbaru yang akan rilis tak lama lagi, dia tak segan keliling benua Eropa.

 

Kebetulan, Gita memang bersekolah di Inggris. Sambil belajar di fakultas ekonomi University of Birmingham, penyanyi bernama lengkap Aluna Sagita Gutawa ini juga bertemu dengan sejumlah musisi dan produser Eropa.

 

“Di album ini aku banyak kolaborasi sama musisi, misalnya London Symphony Orchestra. Aku juga sempet dikirim record label-ku ke Swedia untuk bekerja sama dengan produser-produser di sana,” ungkapnya saat mengobrol secara eksklusif di kantor KapanLagi.com®, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/6).

gita_gutawa-20140617-014-bambang

Gita sampai jauh melangkah ke ibukota Ceko, Praha, demi menyelesaikan albumnya. Tak ayal, Gita mengaku ini adalah sebuah proses yang memperkaya pengalamannya.

 

“Sempet rekaman di Praha. Jadi kemarin pas mikir-mikir tentang album, ternyata lumayan banyak negaranya, tapi itu sebuah proses,” imbuh mahasiswi yang sedang mempertimbangkan menempuh S2 ini seraya tertawa.

 

Gita mengaku senang, pasalnya untuk album ini tidak ada batasan waktu yang ditetapkan label. Dengan demikian, dia bisa melakukan banyak eksperimen musik. Sejauh ini, sudah dua single dirilisnya, yaituRangkaian Kata dan Hingga Akhir Waktu. (kpl/rea/trn)

 

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com

Cerita Cinta 3 Zaman Gita Gutawa di Klip ‘Hingga Akhir Waktu’

November 26, 2014 in Berita by admincelebs

Kapanlagi.com - Melemparkan single kedua dari album akan datangnya, Gita Gutawa menyertakan sebuah klip. Bertitel Hingga Akhir Waktu, beberapa waktu lalu lagu ini dipopulerkan lebih dulu oleh Nineball.

 

Diaransemen ulang dengan gaya Gita sendiri, Hingga Akhir Waktu memang tampil beda. Pemilihan single ini sebenarnya terjadi begitu saja, terlintas saat Gita mengerjakan album tersebut.

 

“Di sela-sela pembuatan album, aku ngerasa tetep butuh satu lagu yang orang sudah kenal, tapi aku aransemen dengan versi aku. Terus mikir-mikir, (lagu) apa ya? Tiba-tiba terlintas aja lagu Hingga Akhir Waktu, dan pas aransemen, kayaknya seru,” tutur Gita dalam obrolan bersama KapanLagi.com® di kantor Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/6).

gita_gutawa-20140617-008-bambang

Gita juga menjelaskan konsep awal klip ini datang dari dirinya sendiri, yang kemudian dikembangkan bersama sang sutradara. Dalam video berdurasi lima menit lebih ini, Gita terlihat lebih dewasa, sesuai dengan usia dua puluh tahunnya.

 

Bercerita tentang kisah cinta tiga zaman, Gita mendapat peran di pertengahan. Sementara, sang adik, Aura Aria Gutawa menjadi Gita kecil. Perhatikan, wajah mereka sangat mirip!

 

Penasaran seperti apa hasil jadi lagu Hingga Akhir Waktu? Atau ingin tahu selucu apa adik GitaYuk, klik di sini!

(kpl/rea/adb)

 

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com

Gita Gutawa Ingin Jadi Menteri

September 17, 2014 in Selebriti by admincelebs

JAKARTA (Pos Kota) -  Usai mendapat gelar sarjana ekonomi dari universitas di Birmingham, Inggris, Gita Gutawa akan melanjutkan kuliah di program S2, pada Oktober mendatang.

“Aku pengen jadi menteri dan itu mimpiku yang paling terbesar,” tuturnya di Istora Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.

Untuk program S2, Gita Gutawa mengambil jurusan ekonomi kreatif. Dia berobsesi untuk memajukan industri kreatif, dalam hal ini seni budaya di Indonesia.

“Aku tahu dan tertarik dengan ekonomi kreatif setelah ngobrol sama ibu Marie Elka Pangestu. Aku ingin memajukan industri kreatif supaya bisa memberikan kontribusi untuk negara,” tutur puteri dari komposer Erwin Gutawa ini.

Gita mengambil contoh negara Korea yang sukses menyebarkan keseniannya ke pasar global. Termasuk ke Indonesia. “Korea bisa mengekspor budayanya, enggak cuma musiknya, tapi juga filmnya, fashionnya. Mudah-mudahan Indonesia bisa ke arah situ juga,” harap pelantun lagu Sempurna ini. (mia)

 

 

 

 

Sumber : PosKotaNews.com

HUT SCTV Ke-24: Glamornya Gaya Busana Gita Gutawa Hingga Syahrini

September 17, 2014 in Selebriti by admincelebs

Liputan6.com, Jakarta- Dalam penampilannya di panggung HUT SCTV tahun ini, Gita Gutawa akan menyanyikan dua buah lagu dan berganti kostum sebanyak satu kali.

Untuk lagu pertama, putri Erwin Gutawa ini akan mengenakan dress two pieces berwarna putih tulang rancangan Sapto Djojokartiko. Sementara untuk penampilan di lagu kedua, ia memilih mengenakan busana berwarna senada rancangan Cynthia Vicario.

Untuk padanannya, Gita memilih mengenakan sepatu koleksi Yves St. Lauren yang modelnya memang sedang digemarinya.

004473400_1409125610-Gita_Gutawa_e

 

 

 

 

 

Credit : Elizabeth Swanti

Sumber : Liputan6.com

Gita Gutawa Akui Dirinya Penggila Politik

September 17, 2014 in Selebriti by admincelebs

Kapanlagi.com - Meski belakangan ini hidup berjauhan dengan tanah air, Gita Gutawa masih terus mengikuti perkembangan politik Indonesia. Internet pun menjadi media yang sering dia gunakan untuk mengupdate pemberitaan.

 

“Aku terus terang sangat mengikuti politik juga. Aku ga bisa nonton stasiun TV di sini, seringnya buka YouTube,” kata Gita saat ditemui di Rolling Stone, Ampera, Jakarta Selatan (12/6).

 

Bahkan, Gita mengakui bahwa dirinya adalah orang yang gila politik. Ia sering bertukar pikiran dengan ayahnya tentang pemberitaan politik tertentu, atau yang sedang ramai dibahas publik.

gita_gutawa-20140612-002-agus

“Seru aja. Aku sama papa gila politik, gila berita, sering obrolin soal apa yang sedang terjadi,” ujarnya.

 

Hal itu juga yang terjadi ketika ia melihat debat calon presiden antara Jokowi dan Prabowo Subianto. “Debat, intinya melihat punya kekurangan dan kelebihan, gak ada sosok yang sempurna, banyak orang yang jelek. Jadi aku rasa kali ini seru banget,” ujarnya.

 

“Tujuan debat mencari yang terbaik lihat aja nantinya, ujungnya gimana, tapi yang penting bersih, eneg berita korupsi terus,” tandas penyanyi bersuara emas ini. (kpl/ato/ris)

 

 

 

 

Sumber : KapanLagi.com